Minggu, 18 Desember 2016

Bawang dayak untuk pengobatan kanker kolorektum ( usus besar dan anus)

Apakah itu kanker rectum?
Kanker adalah penyakit pertumbuhan sel yang abnormal dan bersifat ganas. Bisa mengenai organ apa saja di tubuh manusia. Bila menyerang di kolon, maka disebut kanker kolon, bila sel oanker tumbuh di di rektum, maka disebut kanker rektum. Bila mengenai kolon maupun rektum maka disebut kanker kolorektal. Kanker kolon dapat tumbuh dengan relatif cepat, dapat menyusup atau mengakar (infiltrasi) ke jaringan di sekitarnya serta merusaknya, dapat menyebar jauh melalui kelenjar getah bening maupun pembuluh darah ke organ yang jauh dari tempat asalnya tumbuh.

Pada kebanyakan kasus kanker kolon, bagian usus yang ganas diangkat dengan pembedahan dan bagian yang tersisa disambungkan lagi. Untuk kanker rektum, jenis operasinya tergantung pada seberapa jauh jarak kanker ini dari anus dan seberapa dalam dia tumbuh ke dalam dinding rektum. Pengangkatan seluruh rektum dan anus mengharuskan penderita menjalani kolostomi menetap (pembuatan hubungan antara dinding perut dengan kolon). Dengan kolostomi, isi usus besar dikosongkan melalui lubang di dinding perut ke dalam suatu kantung, yang disebut kantung kolostomi.

dari berbagai penelitian bawang dayak ditemukan mengandung zat anti kanker yang sangat ampuh mencegah pertumbuhan sel kanker dalam tubuh dan juga menangkal radikal bebas. Beberapa kandungan senyawa fitokimia bawang dayak diantaranya, fenolin, tanin, alkaloid, glikosida, flavonoid, steroid/triterpenoid, fenolik dan beberapa senyawa metabolik lainnya.

Bawang dayak terbukti dapat menghambat pertumbuhan sel kanker , dan kemudian membunuh sel kanker tersebut. Senyawa fitokimia dalam bawang dayak yang sebagian besar berfungsi sebagai anti oksidan, senyawa- senyawa ini membuat sel yang abnormal menjadi normal kembali.
Meskipun tidak instan tetapi konsumsi bawang dayak pada penderita kanker kolon sudah mulai menunjukkan perbaikan pada bulan kedua, kesembuhan yang

dicapai bisa dalam kurun waktu yang berbeda untuk setiap orang, tergantung tingkat keparahan penyakit, rutin atau tidaknya mengkonsumsi dan yangbpalung penting keyakinan untuk sembuh dari si penderita itu sendiri,

Berikut saya lampirkan testy salah satu customer saya yang mengkonsumsi bawang dayak untuk pengobatan kanker rectum.

Untuk pertanyaan lebih lanjut bisa langsung wA di 085731019967

Kamis, 24 November 2016

Mengenal bawang dayak si tanaman sejuta manfaat

Bawang dayak di indonesia memiliki banyak nama, biasanya setiap daerah memiliki sebutannya masing-masing, ada yang menyebutnya bawang tiwai, bawang mekkah, bawang berlian, bawang sabrang, dan bahkan bawang mutiara. Nama bawang dayak sendiri diambil karena tumbuhan dengan umbi berwarna merah ini sudah sejak dahulu kala digunakan oleh masyarakat dayak untuk mengobatin berbagai jenis penyakit. Bawang dayak tak hanya punya banyak nama saja tetapi juga mempunyai manfaat yang tak kalah banyaknya dibanding namanya.

Sebelum mengulas manfaatnya mari terlebih dahulu kita bahas umbi apa sebenarnya bawang dayak itu? Dan kenapa bawang dayak bisa digunakan untuk mengobati berbagai penyakit. Bawang dayak memiliki nama latin eleutherine palmifolia diduga berasal  dari benua amerika. Bawang dayak tumbuh lia dihutan dan menyukai tempat terbuka dengan tanah banyak humus. Daun bawang dayak berbentuk pita dengan panjang 15-20cm, bunganya berwarna putih sangat indah dan memiliki 5 buah kelopak. Umbinya berwarna merah terang bulat dan tidak berbau.

Bawang dayak mengandung banyak senyawa aktif yang sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh, beberapa diantaranya alkaloid, flavonoid, glikosida, saponin dan tanin. Alkaloid memiliki manfaat sebagai detox atau pembersih racun dalam tubuh kita, karena didalam alkaloid mengandung senyawa nitrogen yang bersifat basa. Flavonoid adalah zat pewarna alami yang terdapat pada tumbuhan, flavonoid membuat buah dan sayur bisa berwarna merah ,ungu, hijau ,orange dan juga kuning. Senyawa flavonoid memiliki sifat antikrsinogen atau anti kanker, flavonoid bekerja membuat sel abnormal menjadi normal sesuai fungsinya dan menjaga sel normal tetap sehat. glikosida memiliki fungsi dapat meningkatkan daya tahan tubuh, senyawa glikosida juga digunakan sebagai obat kolesterol dan obat penyakit jantung. Saponin bekerja untuk menjaga sel normal agar tetap normal tidak berubah menjadi abnormal (tumor) ataupun ganas (kanker). Yang terakhir adalah tanin, tanin bekerja sebagai antioksidan didalam tubuh, yang diketahui mampu menghambat pertumbuhan sel kanker.

Demikian sedikit ulasan tentang bwang dayak yang dapat kami tulis, semoga bisa bermanfaat bagi para pembaca. Kesehatan adalah hal yang bisa diupayakan dipelihara dan dijaga, so mau sehat?? Mari kita mulai dari sekarang.